Business Concern - Suatu Tantangan

Industri tekstil dunia lahir, tumbuh, dewasa, berkembang biak, regenerasi, relokasi (footloose). Di Indonesia vitalitasnya berada pada era 80-90 an. Tahun 2008 industri ini katanya Sunset (Magrib). Seluruh pranata industri apapun akhirnya akan tunduk pada kaidah ekonomi.

Adalah benar bahwa external environment berpengaruh besar pada berlangsungnya industri ini. Menurut hemat saya, dibandingkan pengendalian external, pengendalian internal lebih mudah. Dalam singgungannya dengan tekanan internasionnal, demi kesinambungan, industri ini terus meningkatkan efisiensi dan koreksi.

Siapa yang mampu melalui krisis '95 (imbas krisis Mexico) dianggap efisien.
Siapa lancar melewati krisis '98, jempolan.
Siapa yang melenggang dalam menerobos krisis 2008 yang entah sampai kapan, juara.

Jadi, industri ini berkesinambungan atau bandel bercokol di bumi pertiwi, lebih besar akibat upaya perbaikan internal daripada upaya pengendalian external. Mesin kapitalis dan mekanismenya dalam era borderless, tidak setara kekuatannya dengan pengendalian kebijakan yang di release dari kinerja pemerintah yang lamban.

Dikatakan bahwa pemerintah tidur saja, pertumbuhan ekonomi bisa tinggi, yang ada malah pengendalian atas lajunya. Perhatian pemerintah bukan pada industri tekstil-nya, tapi bagaimana agar pengangguran yang diakibatkannya tidak mengesankan kabinet jadi bungul.

Bagaimana agar pengangguran di serap di berbagai sektor. Baginya Industri tekstil kalau mau angkat kaki, ya silakan. Perjalanan saya di Laos, Kamboja dan Vietnam menyuguhkan pemandangan langsung mengenai relokasi.

Upaya me-lobby pemerintah akan bertele-tele sejalan dengan degup industri ini yang kian melambat. Daripada industri ini keburu gulung tikar, mending biarkan pemerintah yang bangkrut.

Sudah sepantasnya bila kepedulian itu ada. Upaya pertahanan agar industri ini survive adalah lebih mendesak saat ini. Namun upaya pertahanan terbaik ternyata dengan terus melakukan upaya penyerangan.

Maksud saya adalah:

Bila kita benar-benar konsisten. Yakni sejak memilih pendidikan pada bidang ini (bukan karena tidak diterima di ITB), kemudian menjalani profesi tekstil. Maka kita perlu melakukan serangkaian upaya konstruktif secara menyeluruh.
Tekanannya adalah pada R & D.

Situasi bisnis merupakaan input bagi penyelenggaraan riset dalam investasi, produksi (barang-jasa) dan distribusinya. Riset investasi akan meraih investor yang mengerti investasi di bidang ini, jika mengerti maka akan memberikan komitmen terbaik. Dengan sendirinya urusan advokasi-nya ringkas.

Riset produksi akan memberi outcome produk-produk unggul atau smart products, dalam arti sederhana adalah produk berkualitas tapi murah. Riset pemasaran akan menghasilkan tetapan-tetapan segmen, posisi, target pasar yang jelas dan terukur. Rangkumanya dalam market mapping akan memadai dalam menempuh recovery.

R & D memang tidak murah dan mudah. Namun ini merupakan upaya membangun optimisme yang terstruktur. Riset semakin ke arah hulu semakin baik semakin strategis. Industri tekstil pernah menjadi "Star". R & D minimal dapat mempertahankan industri ini sebagai "Cash Cow".

Merengek dan menyandarkan harapan pada pemerintah akan memasukkan industri ini kedalam kategori buku "Sejarah Nusantara" bersanding dengan "Sejarah Majapahit" yang bubar pada tahun 1478 padahal infra, supra struktur kekaisarannya konon lebih unggul daripada Eropa dan Cina ketika itu. Bila sekarang ada Museun Tekstil, nanti ada situs wisata Pabrik Tekstil.

Atau, yang sekolah anda, yang makin sejahtera orang-orang Cigondewah. Saya malu terhadap mereka, mengaku concern, hasilnya berwacana ria.
Orang-orang Cigondewah concern, plus tak segan-segan berekspresi dalam tindakan.

Kesinambungan industri ini, ditentukan oleh system management, berjalannya system
ditentukan oleh pelakunnya, pelaku ditentukan oleh visinya, visi
ditentukan oleh hatinya.
Hati ditentukan oleh kecenderungannya. Sebaiknya, niat ikhlas, akal sehat, etos kerja, kegembiraan dalam efisiensi, keteguhan adalah kecenderungan kita.

-Jaksa Urip-

p.s. Wan, pesenin ticket Jakjazz, Sabtu gw ke Betawi. Beres presentasi, lu boleh menikmati gw..ha..ha.. ha..

Tidak ada komentar: