Respected elders, brothers and friends.
Sebagian waktu dari masa muda kita,
pernah digunakan untuk mempelajari hal ikhwal hingga seluk beluk tekstil.
Harapan kita waktu itu, tekstil ini menjadi ladang usaha atau karir.
Secara keseluruhan, industri ini cukup goyah sekarang.
Namun tidak mengagetkan.
Mengapa? Karena sejak dulu, sekarang, besok, lusa, tulat, tubin.
Industri ini toon-nya cenderung terseret dalam putaran badai ekonomi.
Tahun 1985 saya registered di STTT,
tahun 1986 ada RUU Jenkins Bill yang menggunting pasar tekstil AS, masih ingat kan?
Tahun 2008 ini, dan mudah-mudahan sampai kapanpun saya tetap bahagia.
Tekstil memang footloose business. Tapi apakah memang sudah menjadi sunset business di Indonesia?
Cermatilah aktivitas mereka dibawah ini, hallo:
Para pengusaha dyestuff, auxiliaries, machinery and parts?
Para agents / international traders di bidang fabric, garment, apparel, dsb?
Karyawan pabrik tekstil dan produk tekstil?
Para pengajar & peneliti teknologi tekstil?
Para perancang busana?
Eksistensi mereka wujud dari komitment base dan performance base.
API punya motto "Menuju Kejayaan Pertekstilan Indonesia". Saya baca juga, bahwa mereka tidak rela predikat primadona export yang pernah disandang oleh industri ini terdegradasi. IKA ITT-STTT juga tidak kurang semangat.
Saudara Ikmawan Prakarsa Putra / Iwan KT '86 pernah di daulat sebagai Sekjen Himateksi (Himpunan Mahasiswa Tekstil Seluruh Indonesia).
Pada tahun 1989, HIMATEKSI pernah menyelenggarakan kongres di Surabaya, dihadiri oleh hampir seluruh perwakilan perguruan tinggi tekstil yang ada.
Sebagai partisipan yang juga Humas Himateksi, saya menangkap semangat dan idealisme ketika itu, demikian tinggi.
Banyak diantara kawan-kawan kita yang berhasil di bidangnya masing--masing non-textile. Termasuk saudara Iwan.
Wan, Jangankan krisis global, krisis galaxy pun, insya Alloh, kita akan baik-baik saja.
Tetapi, jika industri tekstil di Indonesia divestasi. Kita tidak gembira seperti ketika menikmati sunset di Phuket beach.
Duddy Jazz KT ' 85
Jaga Sifat Sabar dan Tahan Uji
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar