Laporan dari Reuni '85


As. Kum / Hi, there.

Saudara-saudara, yang hadir reuni 16 Nov. kemarin adalah sebagai berikut:
Inda Meutia, Welly, Mia, Ria, Grace, April, Emi, Agus Mulyadi, Deni, Duddy, Revki, Albert. (ada lagi?)

Jadi,
hanya dua belas orang. Sepanjang ingatan saya jumlah angkatan '85
adalah 86 orang, termasuk yang telah meninggal dunia yaitu Ati, Febry,
Ferry Johnson, Tony. (ada lagi?)

Apa kabar:

Dwi Bahari,
Tju On On, Elia, Tan Tjen Fung, Ave, Indra, Susinaryo, Tata, Rahmat, Syahrial, Lili, Muhtadin
Rohman, Hotma, Jatnika, Teddy, Jeni, Ardi, Losung, Eha, Dewi, Puri,
Salbiah, Elis, Sadiah, Ajat, Ina, Anto, Berman, Joko, Ayub, Herry
Petet, Muchram, Yunanto, Asih, Erni, Ella, Khadafi, Enan, Ida Jameelah,
Herry is Toto, Heriwan, Panca, Nurul, Desrita, Agus Kusnadi, Dwi sukma,
Priyanto, Dedi Antonius, Etawadi, Muala, Endang, Januar, Yuli ecan, Eka Bisbakasari, dst. (siapa belum ke absen?)

Partisipan wanita '85 pada reuni kemarin, menelorkan ide "maksa" buat reuni lagihhh - paling harot mantan ketua Iwapi.
Bolehlah, untuk me-refresh hal-hal indah tea geuning....

Sebagai
bentuk kepekaan sosial, bila pada reuni nanti, ternyata kita jumpai
ada saudara kita yang masih hidup di bawah garis kemiskinan,
marilah kita bantu agar dia bisa hidup pas di garis kemiskinan- lumayan....

Jika acaranya berlangsung garing / rehe, maka mengertilah pada saudara kita yang api-api nyeri jangjang, terus ngaleos.....

Saudara Hermann - ketua angkatan '85 seumur hidup - kini mukim di Sumbar.
Diatas
rasa solidaritas, kompetensi, dedikasi and love, saya declare diri ini
sebagai ketua angkatan temporer hingga Hermann kembali dari
pengasingan. (Semoga Hermann baca e-mail ini).

Saudara-saudara, Agustus tahun '85 kita menjalani
Opspek. Revki petik gitar melantunkan "Boulevard", disusul secara
mengagetkan Dadang melakukan atraksi Break Dance. Bocah yang pertama
saya kenal adalah Biner, kini menjadi "Bapak anggota dewan yang
terhormat".

Saudara-saudara, memasuki tahun 1990, gerombolan
kita berangsur bubar. Ada yang luntang-lantung dulu, ada pula yang
langsung menelusuri bakat - sukses jadi kepala shift, sales obat,
sales onderdil, PNS, supervisor pabrik baju, ikut suami, dsb.

Kita pernah mengadakan reuni di Puncak pada tahun 1993. Saat itu "Good Bye" dari Air Supply lagi hit.
Sejak itu (15 tahun yang lalu) hingga hari ini, belum ada lagi rendezvous.

Insya Alloh, reuni nanti.
Tanpa uang pendaftaran.
Tanpa tema, maka tidak mengandung perdebatan, kritikan, apalagi melontarkan hinaan.
Tidak ngomongin kejelekan orang masa lalu, kini, dan nanti.

Tidak dilengkapi agenda pengen bikin Yayasan atau Koperasi atau merobah status D-IV ke S-1.
Tidak butuh Pemerintah.

Pokoknya:
Asal tempatna aya - datang - langsung dahar - ngobrol + gogoleran +
nanggap si Teddy - ngudud - balik - cetak foto - isuk geus digawe
deui.

Bagi yang masih punya anak kecil, bila akan diajak
harap di trening dulu, supaya tidak ngadat minta pulang atau ngadadak
soak saat jumpa Biner.

Bagi yang pernah jadi sejoli dalam
kobaran asmara di masa lalu, janganlah sungkan, lihat saja Dewi Persik
dan Saeful Jamil, masih bisa satu frame.

Siapa ya.. yang punya
rumah agak besar? Kecilpun tak apalah asal ada taman atau kebonnya.
Yang merasa punya, silakan membuat pengakuan dan lapor saya.

Nanti reuni-nya ya di situ itu. Makanan bawa masing-masing (Bring Your Own) hindari serba biaya, hindari pupujieun. Azas:
Kemudahan.


Tuan
rumah tak perlu khawatir, setelah acara selesai seluruh peserta akan
membereskan tempat, kembali sebagaimana sedia kala. Tak ada yang
terbawa dan tak ada yang tertinggal.

Tolong di media-kan ke kawan-kawan yang lain, terutama ibu-ibunya tuh, pada gaptek. he..he..he..
Laenjut, Den....Ayeh. ...Dwi... .To....Man. ...Pur... . Gus Mul....Gus Kus.

Tidak ada komentar: